UASBN DI SEKOLAH KHUSUS TUNARUNGU KARNNAMANOHARA

Mei 13, 2009 oleh karnnamanohara

Tahun 2009 adalah sejarah baru bagi sekolah kami. Ada perasaan bahagia di tengah perasaan yang kurang menentu. Keadaan ini bagi kami tahun yang teramat monumental, karena kami untuk pertama kalinya mengantarkan anak-anak untuk mengikuti ujian akhir berstandar nasional.

Masih terbayang kenangan masa kecil anak-anak yang sekarang sudah tumbuh tubuhnya melebihi kami guru-gurunya. Suaranya sudah berubah, pun bau tubuhnya. Anak-anak ini adalah anak-anak kami yang pertama kali ikut dalam rintisan sekolah khusus tunarungu karnnamanohara yang masih ada, karena beberapa temannya sudah tidak bersama mereka lagi.

Kami sepakat untuk memberikan contoh yang jujur dan baik kepada mereka selama menempuh UASBN. Mereka harus berusaha untuk dirinya sendiri, bukan kami tega tidak membantu mereka, namun saatnya kami melihat anak-anak yang mulia ini mengetahui dirinya sendiri. Kami berusaha menahan sekuat tenaga untuk tidak mendekati anak atau memberikan bantuan sedikit apa pun. Ibaratnya kami ada diantara mereka, namun kami bukan lagi milik mereka. Kami betul-betul hanya membantu doa di dalam hati disetiap tarikan nafas kami.

Untuk melaksanakan UASBN pun kami tidak mengadakan acara-acara yang berbeda. Kami berjalan seperti biasanya. Padahal bila kami membaca atau melihat pemberitaan di koran atau televisi, banyak sekolah yang mengadakan doa bersama, istigosah dll. Namun bukan kami anti acara tersebut, hanya kami sepakat

Hari Senin, 11 Mei 2009 kami persilakan anak-anak ini memasuki ruangan yang memang sudah kami persiapkan. Di ruangan tempat keempat anak kami menempuh soal-soal memang sedikit saja berbeda, yaitu ada tambahan kursi dan tanda nomor peserta di masing-masing meja. Tas dan segala alat-alat disimpan di luar ruangan, mereka hanya membawa alat tulis yang sesuai dengan tata tertib. Sungguh kami melihat, anak-anak ini sedang beralih ke alam dewasa dari alamnya anak-anak. Sungguh kami bangga.

Dalam pelaksanaan UASBN ini sekolah tidak mentargetkan nilai yang spektakuler, namun kami mentargetkan pelaksanaan yang jujur, bersih. Karena bila kami mentargetkan nilai sesuai dengan keinginan kami bukan hasil murni anak, maka kami akan memulai dengan tekanan-tekanan yang pasti membuat kehidupan anak kurang merdeka dan bahagia.  Oleh karena itu kami telah siap menerima isyarat evaluasi diri dari hasil murni yang diperoleh anak , dan kami siap mempebaiki sistem layanan.

Desember 12, 2008 oleh karnnamanohara

PRESTASI DARI  HAFIDH MAHENDRA

SATU LAGI PRESTASI

Desember merupakan bulan anak-anak penyandang cacat. Berbagai kegiatan diadakan oleh masyarakat yang punya perhatian kepada mereka. Satu diantaranya kegiatan yang diadakan oleh Hima PLB UNY dengan berbagai rangkaian acaranya.

Hima PLB mengadakan berbagai jenis lomba untuk berbagai jenis kecacatan. Khusus untuk anak-anak tunarungu diadakan lomba menebak gambar yang dibagi dengan gambar benda dan aktivitas.

Hafidh mewakili Karnnamanohara dalam lomba tersebut, karena memang menurut undangan dari panitia hanya satu saja, sedanglam pesertanya seluruh anak tunarungu antara kelas 5 dan 6  perwakilan dari SLB-SLB yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Alhamdulillah Hafish untuk tahun ini dapat mengharumkan nama Karnnamanohara dengan mendapatkan gelar juara pertama dalam lomba tersebut. Alhamdulillah Semoga sukses ya Fidh.

25 PASANG ALAT BANTU MENDENGAR UNTUK ANAK KARNNAMANOHARA

September 18, 2008 oleh karnnamanohara

Alat Bantu Mendengar bagi anak yang mengalami gangguan pendengaran adalah alat yang mereka inginkan. Bagi mereka mendengar adalah sesuatu yang sangat didambakan, walau pun memang bagi mereka apa yang didengar tidak akan sejelas seperti orang yang sehat pendengarannya.

Dua puluh lima pasang alat bantu dengar adalah sumbangan dari LSM luar negeri (jepang) yang bekerja sama dengan LSM di Indonesia khususnya di Yogyakarta. ”Rotary Club Yogyakarta” melalui salah seorang kadernya “mbak Tutut” telah merealisasikan keinginan anak-anak di Karnnamanohara.

Bantuan ini cukup banyak, karena harga ABM dengan merk Phonax harganya cukup lumayan.

Terima kasih Rotary Club Yogyakarta, wabil khusus mbak Tutut, bu Atik dan seluruh pengurusnya. Semoga kebaikannya dapat balasan yang baik dari Tuhan Yang Maha Esa. amien.

IFFANA NAFISA SARASWATI, SELAMAT YA !

September 15, 2008 oleh karnnamanohara

Sabtu kemarin, ibundanya datang ke Karnnamanohara bersama ayahanda. Mereka pamitan akan mencoba bersekolah di salah satu SLB B di kota Solo. Mereka sudah berputar-putar mencari sekolah yang tepat, paling tidak metodanya sama dengan di Karnnamanohara. Menurut mereka agar bahasa yang mereka miliki tidak hilang. Akhirnya setelah sekian minggu berputar mereka memilih satu SLB B yang metodanya hampir sama. Mereka sebelumnya selalu bertanya tentang pendidikan tunarungu, psikologi tunarungu dan seputar tunarungu.

Pilihan tepat pada satu SLB B dan di sana Nafa dimasukan ke kelas satu. Pada hari berikutnya guru di kelas satu berkomentar,” bahwa Nafa kok kemampuannya sama dengan murid mereka di kelas 3.”

Nafa memang satu diantara anak di Karnnamanohara yang masuk akselerasi. Dia loncat di kelas taman kanak-kanak 1 satu semester ke taman kanak-kanak 2.

Selamat ya Nafa, semoga kamu jadi anak yang pintar di SLB B di Solo, dan dapat membahagiakan ayah yang bekerja di luar jawa.

Terima Kasih “RED CROSS JAPAN”

September 10, 2008 oleh karnnamanohara

Kebahagian bagi kami telah datang. Batapa tidak negara Jepang yang dahulu hadir sebagai penakluk sekaligus penjajah, saat ini hadir sebagai negara yang pemerhati dan pengamal “HAM” yang baik.

Sekolah Karnnamanohara mulai bulan Juni 2008, diberikan empat buah kamar mandi dan kamar kecil berstandar Internasional.

Bangunan yang memang bukan hanya kokoh, tetapi juga bersih dan berkualitas, tetapi juga dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat normal, begitu juga bagi penyandang cacat.

Kami selaku sekolah swasta yang baru lahir sangat bersyukur dengan keadaan ini, dan tentu saja anak-anak dan guru juga senang.

Tanggal delapan Agustus 2008 adalah awal kami menggunakan fasilitas itu. Kami programkan kepada seluruh murid secara bergantian masuh ke kamar kecil tersebut sambil memsosialisasikan cara penggunaan dan perawatannya.

Merawat memang menjadi penting. Dan yang merawat adalah seluruh warga sekolah.

Terima kasih Palang Merah Jepang. Semoga usahamu menjadi kemuliaanmu. amien.

HASIL PENELITIAN KEMAMPUAN MEMBACA DI SLB B KARNNAMANOHARA

September 8, 2008 oleh karnnamanohara

Tanggal 7 September 2008 Yogyakarta Internasional Hospital mengadakan seminar “Deteksi Dini Gangguan Pendengaran dan Penglihatan” Seperti biasa Nara sumber Bpk. Dr. dr. Bambang Udji, Sp. THT. M.Kes. dan Ibu dr. Retno spesialis mata.

Sebenarnya hampir seluruh materi dari bapak Bambang sudah sering didapat dan bahkan telah lama dilaksanakan di Karnnamanohara. Namun ada sesuatu yang baru, yaitu informasi mengenai hasil penelitiannya mengenai “Pengaruh lebih awal bersekolah terhadap kemampuan membaca” 

Penelitiannya sendiri dilaksanakan di SLB B Karnnamanohara mulai kelas 3 sampai kelas 5 dan di SLB B Negeri yang berada di wilayah Bantul. Ternyata setelah direrata hasil kemampuan membaca sampel yang diambil di Karnnamanohara mempunyai kemampuan membaca tiga kali lebih baik dibandingkan dengan kemampuan membaca anak-anak yang diambil sampel di SLB Negeri.

Keberhasilan ini berkat modifikasi sistem(metoda dan strategi) pembelajaran dan integritas para pengajar. Karena kegiatan membaca dan menulis di SLB B Karnnamanohara dilaksanakan sangat efektif dan bertahap. Materi penelitian adalah anak-anak diberikan teks bacaan mulai dari yang sederhana sampai ke tingkat fleksibilitas bahasa yang rumit. Kemudian anak-anak diminta untuk menjawab sendiri dengan bahasanya sendiri tanpa mendapat bimbingan dari guru.  Memang bagi anak-anak tunarungu yang sangat miskin penguasaan kosa kata hal ini sangat sulit, terlebih bila tahapan dalam proses perolehan bahasa hanya dengan sistem droping atau induktif. Alhasil mereka kaya akan kata-kata tetapi mereka tidak dapat memahaminya dan tidak dapat memakainya dalam kegiatan berkomuikasi dengan masyarakat dengar. Indikator yang menonjol dari keadaan ini adalah bahasa mereka sulit dipahami baik secara strutur maupun secara reseptif.

Bagi anak-anak di SLB B Karnnamanohara yang memanfaatkan perkembangan usia bahasa, yaitu mulai usia 2 tahun kegiatan berbahasa dilaksanakan secara empiris. Bahasa yang benar-benar diperlukan dalam kegiatan berkomunikasi. Bukan ilmu bahasanya melainkan keterampilan berbahasa, sehingga kecendrungan anak untuk menggunakan kekayaan kosa kata yang terbalik-balik lambat laun dapat diperbaiki dan pada akhirnya pada kelas-kelas peralihan (kelas 4-5) struktur bahasa mereka sudah baik dan mulai untuk memahami bacaan dari sumber mana pun seperti (koran, majalah, buku-buku pelajaran, surat, lembar pengumuman dan lain-lain).

Yang lebih menarik lagi, bapak Dr. dr. Bambang telah menyebarluaskan hasil penelitian ini kepada seluruh organisasi dokter ahli THT secara nasional dan tidak menutup kemungkinan di daerah-daerah lain pun akan dilaksanakan peneltian serupa.

M. Iqbal R.A. Ternyata kamu anak Cerdas

September 5, 2008 oleh karnnamanohara

Kamis, 25 Agustus 2008. Ibu Amelia (mama Iqbal) konsultasi tentang Iqbal. Mereka meminta pertimbangan karena keluarganya harus pindah ke Jakarta secara mendadak karena tugas bapaknya memang diperlukan di Jakarta.

Sekolah menyarankan agar Iqbal dibawa serta saja, karena  hidup dengan kelurga yang lengkap jauh akan baik dibanding dititipkan kepada keluarga atau saudara. Ini perteimbangan psikis di masa depan.

Penentuan pilihan sekolah waktu itu ada beberapa pilihan sebagai alternatif dari keluarga. Diantaranya Santi Rama dan PL. Pilihan dari keduanya sama, yang selanjutnya menjadi pertimbangan adalah jarak dari rumah, ekonomi dan juga status sosial. Dengan pertimbangan yang matang keluarga memutuskan untuk di Santi Rama.

27 Agustus 2008 ibu Amelia sudah menelepon, bahwa Iqbal sedang menjalani serangkaian tes, termasuk di dalamnya tes IQ. Kami mendoakan semoga hasilnya baik, karena di Karnnamanohara pun Iqbal temasuk anak yang cerdas, bahkan salah satu murid yang loncat kelas (akselerasi).

Sabtu, 30 Agustus 2008 pukul 20.00 saya mendapatkan dua telepon. Pertama dari ibu Siti Jahara selaku wakil kepala sekolah Santi Rama Jakarta. Beliau mengabarkan bahwa hasil observasi baik dan yang menakjubkan adalah IQ Iqbal berada di 125, artinya Iqbal memiliki kecerdasan superior. Puji syukur alhamdulillah ternyata Iqbal memang cerdas. Telepon yang kedua dari ibu Amelia (mama Iqbal). Dengan nada sedikit gemetar beliau mengabarkan yang isinya hampir sama.

Iqbal memang mempunyai potensi. Semoga mendapatkan layanan yang optimal. Selamat jalan Iqbal…!

Anisa Alkatari dapat Dana Stimulan sebagai Atlit Renang

September 5, 2008 oleh karnnamanohara

Dinas Sosial memberikan dana stimulan kepada anak-anak SLB yang memiliki prestasi. Satu diantaranya adalah Anisa.

Anisa tidak menduga akan mendapatkan dana stimulan tersebut, karena tanpa sepengetahuan dirinya atau bapak/ ibunya sekolah telah mengusulkan dirinya ke Dinas Sosial.

Tidak terlalu besar memang, tapi cukuplah untuk mendorong agar Anisa lebih rajin berlatih supaya nanti dapat meraih gelar yang lebih baik dalam perlombaan renang yang akan datang.

Waktu itu (Januari 2005) Anisa ikut dalam perlombaan renang antara TK se-DIY dan mendapatkan perunggu dalam katagori gaya bebas putri 25 meter.

Selamat ya Anisa. Semoga bakatmu lebih terasah.

Model Pembelajaran BKPBI akan dibuat Film.

September 5, 2008 oleh karnnamanohara

Kabar bahagia bagi rekan-rekan guru SLB B di DIY.  Seiring meluncurnya pembinaan program BPBI menjadi BKPBI pada tahun 2006, maka dinas pendidikan propinsi DIY melalui UPTD BTKP DIY akan membuat produksi rekaman/ model pembelajaran BKPBI.

Rencana ini atas rekomendasi dari dinas lewat para pengawas SLB dengan harapan sekolah-sekolah luar biasa bagian B (tunarugu) dapat melihat satu model pembelajaran BKPBI dan dapat melaksanakan pembelajaran tersebut di sekolah masing-masing.

Sri Kumorowati, S.Pd. guru dari Karnnamanohara telah terpilih dan ditugasi untuk membuat jabaran materi yang bekerja sama dengan Erni Trikurnia Sari, S.Pd. selaku pembuat GBIPM-nya. Sedangkan penguji materi diambil dari dosen PLB UNY, bpk Hermanto. MPd. dan dari Karnnamanohara sdr. Tantan Rustandi.  Program ini juga dikaji dan diawasi oleh ahli multi media dari MMTC dan LPMP.

Menurut kabar dari sutradara (mas Oki). Pengambilan gambar akan dimulai pertengahan bulan puasa dengn melibatkan siswa dan siswi Karnnamanohara dan akan diambil di lingkungan sekolah karnnamanohara.

Kami selaku pengelola SLB B Karnnamanohara sangat terbebani dengan tugas yang besar ini, karena di Yogyakarta ini kami hanya satu dari 64 SLB yang ada dan tentunya belum punya prestasi. Namun kami terpilih sebagai model karena di karnnamanohara program tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2001.

Diklat BKPBI dalam Peningkatan Kompetensi Guru SLB B Se-DIY

September 5, 2008 oleh karnnamanohara

Dinas Pendidikan Propinsi DIY pada tanggal 20 sd. 23 Agustus 2008 mengadakan Diklat guna peningkatan Kompetensi guru SLB B se-DIY. Program ini diikuti oleh 140 peserta di hotl Joyo, Kaliurang.

Ternyata program khusus  Bina Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama dianggap oleh sebagian besar peserta hal yang baru, padahal program ini mulai dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 1984 dengan nama Bina Persepsi Bunyi dan Irama.

Program ini sebenarnya program yang penting diajarkan di seluruh SLB B, atau SLB yang melayani pendidikan bagi penyandang tunarungu.  Karena salah tujuannya adalah untuk mempersiapkan anak-anak tunarungu untuk hidup di dalam masyarakat yang mendengar.

Namanya sudah Bina Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama, sudah barang tentu conten dalam materi ini adalah pembelajaraan dalam membina anak-anak tunarungu dalam berkomunikasi dan mempersepsi bunyi-bunyi, baik yang berupa bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat, latar belakang sampai puncaknya persepsi terhadap bunyi bahasa.

SLB B Karnnamanohara terlibat dalam kegiatan ini baik sebagai peserta (ada 3 orang guru, bu Wita, Bu Fitri dan bu Ambar) dan juga sebagai instruktur (pak Tantan, bu Erni), tadinya ingin sekali dalam kegiatan ini ada model pembelajaran dengan membawa anak-anak ke tempat pelatihan, namun karena keterbatasan dana akhirnya model pembelajaran hanya dimodelkan oleh anggota kelompok.

Guru-guru memang dituntut untuk menghasilkan sesuatu yang dapat diterapkan di sekolahnya masing-masing. Sesuai materi dalam diklat tersebut maka guru-guru dibentuk dalam kelompok yang masing-masing harus membuat assesmen umum untuk pedoman penerimaan murid baru serta assesmen khusus mata pelajaran untuk menentukan kemampuan awal siswa. Tidak berhenti di situ, kelompok juga diwajibkan untuk membuat silabus dan rencana program pembelajaran.

Pada hari Sabtu tepat pukul 15.00 diklat ditutup oleh Drs. H. Anwar Murhan selaku kepala Seksi Kurikulum bidang PLB dan Dikdas. Dan tanggapan hampir seluruh peserta merespon positif dengan diterimanya ilmu baru yang sebenarnya sudah lama.

Semoga rekan-rekan guru dapat melaksanakan pembelajaran BKPBI di sekolah masing-masing.  Selamat berjuang…!