Tidak terasa anak-anak sudah berkembang menjadi manusia-manusia dewasa. Rasanya baru saja kemarin anak-anak ini menangis dan ngompol. Keberatan membawa tas yang penuh makanan dan botol minum.
Sekolah berpikiran, tidak lama lagi mereka akan luas lagi mengenal kehidupan. Mereka harus tahu bersosialisasi, beretika dan tentu saja harus belajar mengkaryakan imajinasinya untuk mendapatkan napkah, ya untuk dia sendiri atau juga keluarganya kelak.
Yogyakarta dengan batik adalah menjadi satu. Apa salahnya anak-anak dibimbing untuk belajar membatik. Pokoknya harus mengambil bagian dari karya batik.
Pertama gagasan, kemudian Tuhan menjawab niat itu dengan dipertemukannya kami dengan Mas Suroso atau nama produknya “ROSSO” atau “ROSARIO BATIK” Beliau seorang pengusaha, perajin, desainer, yang sudah melanglang buana, tentu saja pasarnya luar negeri.