<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Karnnamanohara's Weblog</title>
	<atom:link href="http://karnnamanohara.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://karnnamanohara.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2009 07:12:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di PROFIL GURU oleh karnnamanohara</title>
		<link>http://karnnamanohara.wordpress.com/profil-guru/#comment-40</link>
		<dc:creator>karnnamanohara</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 07:12:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://karnnamanohara.wordpress.com/profil-guru/#comment-40</guid>
		<description>Hai...cantik.
Sekarang sedang berada di mana ? 
Lama tidak datang ke karnnamanohara.
Kami menunggu mbak Eka, nich. kapan datang bermain ke tempat kami.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai&#8230;cantik.<br />
Sekarang sedang berada di mana ?<br />
Lama tidak datang ke karnnamanohara.<br />
Kami menunggu mbak Eka, nich. kapan datang bermain ke tempat kami.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di MENGENALKAN BUKU PAKET BAGI ANAK TUNARUNGU oleh karnnamanohara</title>
		<link>http://karnnamanohara.wordpress.com/mengenalkan-buku-paket-bagi-anak-tunarungu/#comment-39</link>
		<dc:creator>karnnamanohara</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 07:09:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://karnnamanohara.wordpress.com/?page_id=42#comment-39</guid>
		<description>Mbak Diah,
Terima kasih sudah mengunjungi kami. Tentu ada dan juga banyak.
Tapi kami belum dapat mengirim, karena keterbatasan waktu untuk mengetiknya.
Kami tunggu saja di Karnnamanohara, ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Diah,<br />
Terima kasih sudah mengunjungi kami. Tentu ada dan juga banyak.<br />
Tapi kami belum dapat mengirim, karena keterbatasan waktu untuk mengetiknya.<br />
Kami tunggu saja di Karnnamanohara, ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di PROFIL GURU oleh elsa efrina</title>
		<link>http://karnnamanohara.wordpress.com/profil-guru/#comment-38</link>
		<dc:creator>elsa efrina</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 06:22:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://karnnamanohara.wordpress.com/profil-guru/#comment-38</guid>
		<description>tuk KB KM di jogja.

saya sangat berterimakasih sekali atas bimbingan dan pengalaman yang saya dapatkan selama berada di KM (agus 07- juni 08)..

jadi kangen ke KM lg...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tuk KB KM di jogja.</p>
<p>saya sangat berterimakasih sekali atas bimbingan dan pengalaman yang saya dapatkan selama berada di KM (agus 07- juni 08)..</p>
<p>jadi kangen ke KM lg&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di  oleh salsabila_mail@yahoo.com</title>
		<link>http://karnnamanohara.wordpress.com/2008/12/12/85/#comment-37</link>
		<dc:creator>salsabila_mail@yahoo.com</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 06:12:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://karnnamanohara.wordpress.com/?p=85#comment-37</guid>
		<description>wah, selamat ya hafidh.. semoga sukses selalu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, selamat ya hafidh.. semoga sukses selalu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di PROFIL GURU oleh karnnamanohara</title>
		<link>http://karnnamanohara.wordpress.com/profil-guru/#comment-31</link>
		<dc:creator>karnnamanohara</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 02:09:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://karnnamanohara.wordpress.com/profil-guru/#comment-31</guid>
		<description>Tuk Mbak Retno

Terima kasih. Semoga kami berhasil. Dan Mbak Retno juga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tuk Mbak Retno</p>
<p>Terima kasih. Semoga kami berhasil. Dan Mbak Retno juga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di PROFIL GURU oleh karnnamanohara</title>
		<link>http://karnnamanohara.wordpress.com/profil-guru/#comment-30</link>
		<dc:creator>karnnamanohara</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 02:07:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://karnnamanohara.wordpress.com/profil-guru/#comment-30</guid>
		<description>Mbak Eka.

Kita sama-sama tahu, mengajari teman-teman yang senasib mbak Eka memang perlu loyalitas dan perhatian yang sangat ekstra.
Mbak Eka juga mengalami sendiri toh. Bagaimana guru-guru SLB B di Karnnamanohara. Ya... seperti itu, dan mbak Eka pun sangat peduli dan mau terjun langsung mendampingi anak-anak. 
Orang lain cuman pintar memberi komentar tanpa aksen. 

Terima kasih. Sukses selalu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Eka.</p>
<p>Kita sama-sama tahu, mengajari teman-teman yang senasib mbak Eka memang perlu loyalitas dan perhatian yang sangat ekstra.<br />
Mbak Eka juga mengalami sendiri toh. Bagaimana guru-guru SLB B di Karnnamanohara. Ya&#8230; seperti itu, dan mbak Eka pun sangat peduli dan mau terjun langsung mendampingi anak-anak.<br />
Orang lain cuman pintar memberi komentar tanpa aksen. </p>
<p>Terima kasih. Sukses selalu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di PROFIL GURU oleh karnnamanohara</title>
		<link>http://karnnamanohara.wordpress.com/profil-guru/#comment-29</link>
		<dc:creator>karnnamanohara</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 02:02:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://karnnamanohara.wordpress.com/profil-guru/#comment-29</guid>
		<description>Mas Rubyarto di mana, ya ?

Memang modifikasi pembelajaran untuk anak-anak TR sangat sulit Mas.
Paling tidak kalo mau benar-benar belajar tentang MMR sekitar 10 tahun.
Tapi kalo mau asal-asalan atau didroping ya, mudah, cuman jadi verbalistik bagi anak.

Silakan datang dan mampir. Mas Herwandri juga masih sering mampir dan berbagi cerita sekitar perkembangan di australia.

Salam buat guru-guru dan istri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Rubyarto di mana, ya ?</p>
<p>Memang modifikasi pembelajaran untuk anak-anak TR sangat sulit Mas.<br />
Paling tidak kalo mau benar-benar belajar tentang MMR sekitar 10 tahun.<br />
Tapi kalo mau asal-asalan atau didroping ya, mudah, cuman jadi verbalistik bagi anak.</p>
<p>Silakan datang dan mampir. Mas Herwandri juga masih sering mampir dan berbagi cerita sekitar perkembangan di australia.</p>
<p>Salam buat guru-guru dan istri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hastu dari SLB B Karnnamanohara yang direkomendasi ikut inklusi oleh karnnamanohara</title>
		<link>http://karnnamanohara.wordpress.com/2008/08/28/hastu-dari-slb-b-karnnamanohara-yang-direkomendasi-ikut-inklusi/#comment-28</link>
		<dc:creator>karnnamanohara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 06:54:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://karnnamanohara.wordpress.com/?p=57#comment-28</guid>
		<description>Komentarnya seru juga.

Komitmen kami memang agar anak &quot;siap&quot; dulu. Maksudnya kalo anak sudah siap kan orang tua tidak lagi repot mendampingi anak. Kesiapan anak menurut pendapat kami, bila anak itu sudah sampai di taraf perkembangan bahasa minimal transisi, lebih siap lagi berada di puncak bahasa (purna bahasa). 

Mengapa kami memfokuskan dalam perkembangan bahasa, karena bahasa adalah kunci atau poros dari segala ilmu. Padahal seperti diketahui anak-anak tunarungu mempunyai kemiskinan dalam berbahasa. Bila tidak percaya, monggo Bapak dan Ibu akan mendapatkan kesenjangan perkembangan bahasa bagi anak-anak itu. Tetapi kami juga membekali dengan program yang lain, seperti yang tercantum dalam strukur kurikulum, dalam standar isi dan proses yang mengaju pada paling akhir standar kelulusan.

Kenapa baru satu, ya memang baru itu yang menurut kami siap. Dalam kata &quot;siap pun&quot; kami masih perlu memberikan tabahan-tambahan dalam mengejar ketertinggalan pemahaman anak di dalam kelas umum. 

Memang sih orang tua punya harapan, kalo tidak buat apa disekolahkan dan tentunya mahal. Jadi wajib hukumnya untuk terlibat. Cuman bila ukurannya sekolah harus memuaskan orang perorang ya gak bisa, jalan yang terbaik memang mencari yang sementara terbaik. 

Inisiatif orang tua syah saja untuk ikut integrasi maupun inklusi. Apalagi saat ini memang terbuka, atau bahkan pindah ke sekolah khusus yang sama di tempat lain. Karena anak-anak itu memang dititipkan kepada keluarga dari Sang Pencipta untuk mulia dan dimulyakan.

Kembali ke soal Hastu. Keinginan kami sebagai pengelola sekolah semua anak itu pintar, sehingga bisa memuaskan anaknya dan gurunya, mungki n juga orang tuanya. Apalagi dapat integrasi (kalo impiannnya integrasi) atau dapat hidup merdeka, sejahtera (kalo impiannya ke sana). Tapi saat ini memang baru Hastu. Entah tahun depan karena ada anak-anak yang ekselarasi juga ada.

Sekali lagi kepada para pemerhati yang saya lacak satu keluarga besar juga, dan ada juga teman kantor atau siapanya siapa. Itulah maksudnya, dan silakan kita cermati bersama-sama sesuai dengan kemantapan masing-masing, sampai di mana perkembangannya. Hasil pendidikan itu akan terasa setelah berjalan minimal 1 tahun. Dan setelah itu baru dapat berkirim kabar lagi dengan cara membandingkan dengan usia perkembangan yang sama.

Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Komentarnya seru juga.</p>
<p>Komitmen kami memang agar anak &#8220;siap&#8221; dulu. Maksudnya kalo anak sudah siap kan orang tua tidak lagi repot mendampingi anak. Kesiapan anak menurut pendapat kami, bila anak itu sudah sampai di taraf perkembangan bahasa minimal transisi, lebih siap lagi berada di puncak bahasa (purna bahasa). </p>
<p>Mengapa kami memfokuskan dalam perkembangan bahasa, karena bahasa adalah kunci atau poros dari segala ilmu. Padahal seperti diketahui anak-anak tunarungu mempunyai kemiskinan dalam berbahasa. Bila tidak percaya, monggo Bapak dan Ibu akan mendapatkan kesenjangan perkembangan bahasa bagi anak-anak itu. Tetapi kami juga membekali dengan program yang lain, seperti yang tercantum dalam strukur kurikulum, dalam standar isi dan proses yang mengaju pada paling akhir standar kelulusan.</p>
<p>Kenapa baru satu, ya memang baru itu yang menurut kami siap. Dalam kata &#8220;siap pun&#8221; kami masih perlu memberikan tabahan-tambahan dalam mengejar ketertinggalan pemahaman anak di dalam kelas umum. </p>
<p>Memang sih orang tua punya harapan, kalo tidak buat apa disekolahkan dan tentunya mahal. Jadi wajib hukumnya untuk terlibat. Cuman bila ukurannya sekolah harus memuaskan orang perorang ya gak bisa, jalan yang terbaik memang mencari yang sementara terbaik. </p>
<p>Inisiatif orang tua syah saja untuk ikut integrasi maupun inklusi. Apalagi saat ini memang terbuka, atau bahkan pindah ke sekolah khusus yang sama di tempat lain. Karena anak-anak itu memang dititipkan kepada keluarga dari Sang Pencipta untuk mulia dan dimulyakan.</p>
<p>Kembali ke soal Hastu. Keinginan kami sebagai pengelola sekolah semua anak itu pintar, sehingga bisa memuaskan anaknya dan gurunya, mungki n juga orang tuanya. Apalagi dapat integrasi (kalo impiannnya integrasi) atau dapat hidup merdeka, sejahtera (kalo impiannya ke sana). Tapi saat ini memang baru Hastu. Entah tahun depan karena ada anak-anak yang ekselarasi juga ada.</p>
<p>Sekali lagi kepada para pemerhati yang saya lacak satu keluarga besar juga, dan ada juga teman kantor atau siapanya siapa. Itulah maksudnya, dan silakan kita cermati bersama-sama sesuai dengan kemantapan masing-masing, sampai di mana perkembangannya. Hasil pendidikan itu akan terasa setelah berjalan minimal 1 tahun. Dan setelah itu baru dapat berkirim kabar lagi dengan cara membandingkan dengan usia perkembangan yang sama.</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Memaksimalkan potensi anak tunarungu dengan memilih Sekolah Tunarungu/ SLB-B oleh Tantan Rustandi guru SLB</title>
		<link>http://karnnamanohara.wordpress.com/2008/08/25/memaksimalkan-potensi-anak-tunarungu-dengan-memilih-sekolah-tunarungu-slb-b/#comment-27</link>
		<dc:creator>Tantan Rustandi guru SLB</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 05:13:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://karnnamanohara.wordpress.com/?p=52#comment-27</guid>
		<description>Terima kasih atas tanggapannnya, dan tidak ada salahnya saling berpendapat yang berbeda. Bapak-bapak sebagai penikmat lembaga pendidikan, begitu juga saya (karena saya juga punya anak yang juga sekolah). Hanya bedanya saya ada tambahan sedikit selain penikmat yaitu juga sebagai pendidik.

Bila Bapak-Bapak saat ini dan mungkin sampai selanjutnya merasa puas dan juga hasil anaknya baik, tidak ada salahnya. &quot;maju terus&quot;

Hanya saya menulis kan dari segi pandangan saya, rasanya wajib menulis dan pembaca mungkin tidak untuk Bapak-Bapak Juga (bisa masyarakat, akademisi atau dinas pendidikan yang juga harus mengoreksi diri.

Satu lagi yang ingin saya sampaikan, tulisan itu tidak  untuk bapak-bapak. Rasanya saya selalu menulis perkembangan yang dialami dalam dunia pendidikan khusus yang saya alami.

Terima kasih. Semoga sukses...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas tanggapannnya, dan tidak ada salahnya saling berpendapat yang berbeda. Bapak-bapak sebagai penikmat lembaga pendidikan, begitu juga saya (karena saya juga punya anak yang juga sekolah). Hanya bedanya saya ada tambahan sedikit selain penikmat yaitu juga sebagai pendidik.</p>
<p>Bila Bapak-Bapak saat ini dan mungkin sampai selanjutnya merasa puas dan juga hasil anaknya baik, tidak ada salahnya. &#8220;maju terus&#8221;</p>
<p>Hanya saya menulis kan dari segi pandangan saya, rasanya wajib menulis dan pembaca mungkin tidak untuk Bapak-Bapak Juga (bisa masyarakat, akademisi atau dinas pendidikan yang juga harus mengoreksi diri.</p>
<p>Satu lagi yang ingin saya sampaikan, tulisan itu tidak  untuk bapak-bapak. Rasanya saya selalu menulis perkembangan yang dialami dalam dunia pendidikan khusus yang saya alami.</p>
<p>Terima kasih. Semoga sukses&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengelolaan sekolah Inklusi di Yogyakarta Meragukan oleh Tantan Rustandi guru SLB</title>
		<link>http://karnnamanohara.wordpress.com/2008/08/28/pengelolaan-sekolah-inklusi-di-yogyakarta-meragukan/#comment-24</link>
		<dc:creator>Tantan Rustandi guru SLB</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 05:44:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://karnnamanohara.wordpress.com/?p=54#comment-24</guid>
		<description>Kepada yang terhormat pemberi pesan.

Terima kasih atas reaksinya. 
Memang ada tulisan yang membuat masukan dan koreksi cukup baik dan dapat diterima serta akan dijadikan koreksi, tapi tak sedikit juga yang memberikan masukan asal. 

Khusus untuk &quot;Embuh berkata&quot; mungkin satu dari suami yang istrinya jadi  wiyata bakti di Karnnamanohara, silakan bila keberatan dengan sistem full day untuk mengundurkan diri. Kami tidak akan menghalangi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada yang terhormat pemberi pesan.</p>
<p>Terima kasih atas reaksinya.<br />
Memang ada tulisan yang membuat masukan dan koreksi cukup baik dan dapat diterima serta akan dijadikan koreksi, tapi tak sedikit juga yang memberikan masukan asal. </p>
<p>Khusus untuk &#8220;Embuh berkata&#8221; mungkin satu dari suami yang istrinya jadi  wiyata bakti di Karnnamanohara, silakan bila keberatan dengan sistem full day untuk mengundurkan diri. Kami tidak akan menghalangi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
