ORTUKU OH…DI MANA AKU
Kalo brani membuat presentase, mungkin 99.99 % orang tua menghendaki kelahiran anak, dan 100% dari itu ingin anaknya menjadi buah hati yang dapat membanggakan keluarga bahkan keluarga besarnya. Sebuah harapan bapak dan ibunya kadang tak terukurkan bagi masa depan anaknya. Selain keinginan anaknya ganteng kagak tertandingi dari anak tetangga atau saudara dan kalo cantik pun hanya dapat kalah satu digit dari bidadari. Bukan hanya itu, anaknya juga harus pintar melebihi habibi kalo bisa. Terampil bagaikan ahli. Itu harapan momy… memang seperti itu harapannya daddy. Kenikmatan dari Sang Pencipta akan diatur dengan kesempurnaan asanya. Rasa bersyukur akan diukur dengan setaranya keinginan. Kasarnya doa mommy dan daddy pamrih…nechhhhhhhhhhhh. Bagaimana seandainya jabang bayi terlahir seperti anu… ato seperti si anu yang anu anaknya anu yang anu… di anu ???????????? Kagak… kagak, anakku kagak seperti anak si anu yang anu. Anakku begini (sambil menunjukkan jempol sekeras-kerasnya ke atas).
Tuhan memang untuk dipuja dengan segala kuasaNya wahai hamba…Dan Tuhan tidak akan kehilangan kuasaNya jika hambaNya tidak bisa bersyukur dengan takdirnya… Beu…mau ngomong apa sih, kok angel…?
mamah yang cantik papah yang yang guanteng hai…aku ada iantaramu tapi, kok ada air mata di pipimu kok ada kecewa di hatimu
Tuhan tergambarkan merah membara. Marah tak terperi. Kok bisa-bisanya memberi anak yang jauh dari doa. Kok ngasih titipan yang meleset dari harapan. Kok … kok saya… kok saya… bukan orang lain. Bukan sianu saja…biar anak sianu saja yang anu.
Mamah yang cantik n papah yang guanteng…marah, ya ? Benci, ya ? Kok jadi marah sech mah ? Kok jadi benci sech pah ? Apa sebab sech mah, pah ? Apa karena aku terlahir tak mendengar sempurna? Apa karena aku tertakdir tak sesuai harapan ? Mah, pah aku kan tak bisa memilih, ya ? Aku ingin sehat, mah. Aku ingin lengkap, pah. Aku tak juga ingin seperti ini, pah.. mah Tapi mah… pah…Tuhan tidak akan salah kok memberi kasihNya Dan di dunia ini hidup manusia-manusia yang siap menolongku Mamah n papah mungkin ragu atas mereka untukku ? Mamah n papah juga malu aku ada diantara mereka ? Mamah n papah kan memaksaku hidup seperti mamah n papah ? Aku harus loncat-loncat diantara ketiak mamah n papah Aku harus berpeluh tanpa dapat mengeluh ? inginkah aku bahagia papah n mamah To, aku harus menderita tuk bahagiakan mamah n papah ?
Mah… pah… Aku memang berbeda dengan hidup mamah juga papah Aku tidak butuh yang sama dengan semunya papah n mamah Aku perditolong dengan keadaanku Aku bukan harus hidup di hidupmu mah, pah Aku hidup dengan dunia dan alamku sendiri
Mah, pah…Jangan mengira bila mamah n papah tak tahu Jangan sok tahu bila mamah n papah kurang ilmu. Jangan jadikan aku hidup hanya sebagai boneka Yang menghiasi perasaan pilu dan malu
Mah… pah… Carilah aku di mana