Pengelolaan sekolah Inklusi di Yogyakarta Meragukan

Rabu 27 Agustus 2008 diadakan sosialisasi bantuan opeasional sekolah bagi SLB swasta, Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi (SPPI) dan para guru pembimbing khusus (GPK).

Acara diawali dengan sambutan pembukaan dari bapak Drs. H. Buchori selaku kepala seksi Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan DIY selaku bapak pembina dari SLB dan SPPI di Yogyakarta.  Kata yang menarik dari beliau adalah berterima kasihnya kepada para penyelenggara pendidikan inklusi yang telah berpartisipasi menerima anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah mereka. Saat ini ada 120 sekolah penyelenggara pendidikan inklusi dan baru 71 satu yang telah terdaftar. Diantara yang yang terdaftar pun pelayanannya dapat dikatakan kurang. Sehingga diperlukan satu sistem pembinaan.

Usai pak Buchori dilanjutkan dengan sosialisasi “bos” diantaranya ada tanya jawab antara peserta. Ada beberapa penanya yang rata-rata dari SD penyelenggara Pendidikan Inklusi. Pertanyaan dari mereka ada yang sangat menarik, yaitu dari SD Negeri di Jambidan, Bantul. Tahun ini mereka rada kewalahan dengan adanya beberapa murid berkebutuhan khusus masuk ke sekolah tersebut. Yang menyebabkan kewalahan adalah guru pembimbing khususnya, karena selain hanya satu orang untuk melayani 30 anak yang mempunyai kecacatan tunagrahita dan tunarungu wicara, juga dengan keterbatasan waktu kunjungan yang hanya 2 hari dalam satu minggu.

Hati saya selaku orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan khusus sangat khawatir dengan keadaan demikian, terlebih saat ini memang para orang tua yang memiliki anak cacat ingin anak-anaknya masuk di sekolah inklusi yang menurut mereka keadaan sekolah inklusi jauh dapat memberikan bekal yang lebih baik ketimbang di SLB.

Latarbelakangnya orang tua beragam memang. Ada yang karena ingin menghapus label ke-SLB-annya, dan ada juga yang memandang inklusi lebih memberikan harapan. Tapi….. bagaimana dengan keadaan di dalam ???

6 comments on “Pengelolaan sekolah Inklusi di Yogyakarta Meragukan

  1. Kepada yang terhormat pemberi pesan.

    Terima kasih atas reaksinya.
    Memang ada tulisan yang membuat masukan dan koreksi cukup baik dan dapat diterima serta akan dijadikan koreksi, tapi tak sedikit juga yang memberikan masukan asal.

    Khusus untuk “Embuh berkata” mungkin satu dari suami yang istrinya jadi wiyata bakti di Karnnamanohara, silakan bila keberatan dengan sistem full day untuk mengundurkan diri. Kami tidak akan menghalangi.

  2. OUT BOUND CALISTUNG

    Semakin dini usia anak, maka konsep bermain itu belajar sangat melekat didalam sistem pembelajaran. Berawal dari hal ini, maka kami mempunyai ide jitu, unik, pertama dan paling utama, yaitu Out Bound calistung (cara memperkenalkan membaca, menulis dan menghitung dengan metode Out Bound)

    Berdasarkan pengalaman kami, Out bound calistung paling disukai anak, dikarenakan :

    1. Situasi bermain sambil belajar,

    2. Tempat diluar ruangan,terbukti mempercepat daya tangkap ilmu kedalam otak anak

    3. Memaksimalkan otot, otak dan hati dalam rangkaian gerakan terbukti sangat mudah dicerna dan ilmu yang ada tahan lama

    4. Melalui Out Bound, suasana kondusif dapat diciptakan, sehingga mampu membangun konsentrasi anak untuk dapat berpikir, bertindak lebih baik dan lebih efektif.

    kami punya team yang solid

    kami punya peralatannya

    mari kita bekerjasama

    (0274) 6932552 / 0818260304

    • Wah… boleh juga… bisa dicoba untuk usia dini ? usia 2 – 4 tahun dan penyandang tunarungu ?
      Kalo bisa kami sambut kerja samanya dan team yang solid kami percaya. Kami tunggu

  3. Kami adalah orang tua dengan mendapat titipan salah seorang putrikami berkebutuhan khusus, yaitu TUNA RUNGU. Mari kita buat SLB ini benar-benar membuat anak kita MANDIRI. Yaitu berikan banyak pilihan Program Ketrampilan yang mengaspirasi bakat dan minat anak, dan dengan guru-guru yang mampu mengatasi kebutuhan anak. Seperti pemaksimalan alat bantu komputer, teater, menulis (mengarang), dll. yang membuat anak menjadi mampu bersaing dengan orang-orang disekitarnya, diakui oleh orang-orang di sekitarnya. Harapan kami yang lain adalah: membuat keluarga yang masih menyembunyikan anaknya yang berkebutuhan khusus jadi sangat berminat menyekolahkan anaknya dengan harapan anaknya mandiri. Mari berjuang bersama…biar kami tidak perlu mencari sekolah Inklusi…..

  4. satuan pendidikan yang kebetulan ditunjuk sebagai pelaksana inklusi memang harus siap, demi kemajuan penduduk negeri ini yang pada kenyataannya tidak semuanya “sempurna” dan kitapun bukan penganut pahamnya Hitler, kalaupun masih banyak terdapat kekurangan dalam pelaksanaan inklusi, seyogyanya dikomunikasikan ke pihak-pihak yang berwenang dan kompeten karena semua anak punya hak untuk disayangi dan mendapat pendidikan yang layak, mereka terlahir dengan kekurangan bukanlah dari permintaan mereka yang terlahir itu bahkan bukan permintaan orang tuanya, tetapi sesudah terlahir begitu mereka punya hak sama dengan yang “normal” memang penanganan kondisi khusus mereka diperlukan informasi tambahan atau pendidikan khusus bagi yang merupakan guru “umum” tetapi bagi guru khusus tentunya merupakan hal yang biasa mengajar anak berkebutuhan khusus bahkan mungkin suatu hal yang menyenangkan, yang menjadi masalah sebetulnya (menurut pendapat saya) ialah bagaimana menanamkan rasa suka pada guru umum pada saat mengajar anak dengan kebutuhan khusus.
    semoga ada yang peduli!

  5. Pusat Terapi & Tumbuh Kembang Anak Rumah Sahabat Yogyakarta beralamat di Jl Perintis kemerdekaan perum gambiran C 2 UH V melayani speech therapy, behavior therapy, Sensori integrasi, terapi terpadu, Terapi komunikasi, renang untuk anak autis, fisioterapi, program pendampingan di sekolah umum dan home visit terapi. untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi di nomor 0274 8267882

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s