HASIL PENELITIAN KEMAMPUAN MEMBACA DI SLB B KARNNAMANOHARA

Tanggal 7 September 2008 Yogyakarta Internasional Hospital mengadakan seminar “Deteksi Dini Gangguan Pendengaran dan Penglihatan” Seperti biasa Nara sumber Bpk. Dr. dr. Bambang Udji, Sp. THT. M.Kes. dan Ibu dr. Retno spesialis mata.

Sebenarnya hampir seluruh materi dari bapak Bambang sudah sering didapat dan bahkan telah lama dilaksanakan di Karnnamanohara. Namun ada sesuatu yang baru, yaitu informasi mengenai hasil penelitiannya mengenai “Pengaruh lebih awal bersekolah terhadap kemampuan membaca” 

Penelitiannya sendiri dilaksanakan di SLB B Karnnamanohara mulai kelas 3 sampai kelas 5 dan di SLB B Negeri yang berada di wilayah Bantul. Ternyata setelah direrata hasil kemampuan membaca sampel yang diambil di Karnnamanohara mempunyai kemampuan membaca tiga kali lebih baik dibandingkan dengan kemampuan membaca anak-anak yang diambil sampel di SLB Negeri.

Keberhasilan ini berkat modifikasi sistem(metoda dan strategi) pembelajaran dan integritas para pengajar. Karena kegiatan membaca dan menulis di SLB B Karnnamanohara dilaksanakan sangat efektif dan bertahap. Materi penelitian adalah anak-anak diberikan teks bacaan mulai dari yang sederhana sampai ke tingkat fleksibilitas bahasa yang rumit. Kemudian anak-anak diminta untuk menjawab sendiri dengan bahasanya sendiri tanpa mendapat bimbingan dari guru.  Memang bagi anak-anak tunarungu yang sangat miskin penguasaan kosa kata hal ini sangat sulit, terlebih bila tahapan dalam proses perolehan bahasa hanya dengan sistem droping atau induktif. Alhasil mereka kaya akan kata-kata tetapi mereka tidak dapat memahaminya dan tidak dapat memakainya dalam kegiatan berkomuikasi dengan masyarakat dengar. Indikator yang menonjol dari keadaan ini adalah bahasa mereka sulit dipahami baik secara strutur maupun secara reseptif.

Bagi anak-anak di SLB B Karnnamanohara yang memanfaatkan perkembangan usia bahasa, yaitu mulai usia 2 tahun kegiatan berbahasa dilaksanakan secara empiris. Bahasa yang benar-benar diperlukan dalam kegiatan berkomunikasi. Bukan ilmu bahasanya melainkan keterampilan berbahasa, sehingga kecendrungan anak untuk menggunakan kekayaan kosa kata yang terbalik-balik lambat laun dapat diperbaiki dan pada akhirnya pada kelas-kelas peralihan (kelas 4-5) struktur bahasa mereka sudah baik dan mulai untuk memahami bacaan dari sumber mana pun seperti (koran, majalah, buku-buku pelajaran, surat, lembar pengumuman dan lain-lain).

Yang lebih menarik lagi, bapak Dr. dr. Bambang telah menyebarluaskan hasil penelitian ini kepada seluruh organisasi dokter ahli THT secara nasional dan tidak menutup kemungkinan di daerah-daerah lain pun akan dilaksanakan peneltian serupa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s