UASBN DI SEKOLAH KHUSUS TUNARUNGU KARNNAMANOHARA

Tahun 2009 adalah sejarah baru bagi sekolah kami. Ada perasaan bahagia di tengah perasaan yang kurang menentu. Keadaan ini bagi kami tahun yang teramat monumental, karena kami untuk pertama kalinya mengantarkan anak-anak untuk mengikuti ujian akhir berstandar nasional.

Masih terbayang kenangan masa kecil anak-anak yang sekarang sudah tumbuh tubuhnya melebihi kami guru-gurunya. Suaranya sudah berubah, pun bau tubuhnya. Anak-anak ini adalah anak-anak kami yang pertama kali ikut dalam rintisan sekolah khusus tunarungu karnnamanohara yang masih ada, karena beberapa temannya sudah tidak bersama mereka lagi.

Kami sepakat untuk memberikan contoh yang jujur dan baik kepada mereka selama menempuh UASBN. Mereka harus berusaha untuk dirinya sendiri, bukan kami tega tidak membantu mereka, namun saatnya kami melihat anak-anak yang mulia ini mengetahui dirinya sendiri. Kami berusaha menahan sekuat tenaga untuk tidak mendekati anak atau memberikan bantuan sedikit apa pun. Ibaratnya kami ada diantara mereka, namun kami bukan lagi milik mereka. Kami betul-betul hanya membantu doa di dalam hati disetiap tarikan nafas kami.

Untuk melaksanakan UASBN pun kami tidak mengadakan acara-acara yang berbeda. Kami berjalan seperti biasanya. Padahal bila kami membaca atau melihat pemberitaan di koran atau televisi, banyak sekolah yang mengadakan doa bersama, istigosah dll. Namun bukan kami anti acara tersebut, hanya kami sepakat

Hari Senin, 11 Mei 2009 kami persilakan anak-anak ini memasuki ruangan yang memang sudah kami persiapkan. Di ruangan tempat keempat anak kami menempuh soal-soal memang sedikit saja berbeda, yaitu ada tambahan kursi dan tanda nomor peserta di masing-masing meja. Tas dan segala alat-alat disimpan di luar ruangan, mereka hanya membawa alat tulis yang sesuai dengan tata tertib. Sungguh kami melihat, anak-anak ini sedang beralih ke alam dewasa dari alamnya anak-anak. Sungguh kami bangga.

Dalam pelaksanaan UASBN ini sekolah tidak mentargetkan nilai yang spektakuler, namun kami mentargetkan pelaksanaan yang jujur, bersih. Karena bila kami mentargetkan nilai sesuai dengan keinginan kami bukan hasil murni anak, maka kami akan memulai dengan tekanan-tekanan yang pasti membuat kehidupan anak kurang merdeka dan bahagia.  Oleh karena itu kami telah siap menerima isyarat evaluasi diri dari hasil murni yang diperoleh anak , dan kami siap mempebaiki sistem layanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s